MENDATANGKAN SEMUT
Pada artikel sebelumnya saya telah menulis tentang, Ada semut, jualan...! Nah, repotnya, mendatangkan semut itu juga butuh pancingan gula. Tentu saja tidak ada gula yang gratis, kecuali gulanya dikasih orang lain. Trus, siapa yang mau bagi-bagikan gula? Tambah bingung dengan analogi gula. Realnya begini, jika seandai Anda membuka warung makan ayam goreng. Katakanlah lokasinya dikitari perumahan, tapi bukan pinggir jalan besar. Untuk membuat orang sekitar perumahan tahu, dibutuhkan promosi dalam rangka menarik mereka untuk datang dan menyicipi. Promosi apa yang terbesit di benak Anda? Pasang iklan dikoran? Disamping mahal, jangkauan wilayahnya terlalu luas, mubazir untuk resto Anda yang di pinggir kota dan baru 1 cabang. Ibarat menembak lalat pakai bom. Bikin brosur? Kalau hanya isinya pengumuman yang umum saja seperti," Telah hadir warung makan Raja Kambing, bla bla bla", terlalu umum dan kurang greget. Kecuali Anda tulis,"7 hari MAKAN GRATIS!", nah, itu baru nendang. Tapi kan itu biaya yang mahal! Lagian belum tentu yang datang makan gratis adalah calon pelanggan Anda. Bisa jadi (maaf), para pengemis dan tukang ojek.
Mendatangkan semut yang tepat…
Mulai dari pertanyaan,”Bagaimana caranya, mendatangkan semut, tidak pakai duit, malah dapat duit?”. Salah satu jawabannya adalah berkolaborasi dengan para pendatang semut. Seperti saya tulis di artikel sebelumnya, jika Carefour dan Hypermart bisa menempati space dengan harga spesial, itu karena mereka mampu mendatangkan semut! Nah, kita juga harus mencari para rainmaker (pawang hujan) seperti mereka. Bukan berarti kita harus kerjasama dengan carefour ya, tapi serupa dengan mereka. Contohnya, kawan saya memiliki warung makan, lokasinya lumayan strategis, tapi kurang ramai. Mengapa? Karena persaingan yang terlalu ketat dan orang ‘belum percaya’ untuk makan disana. Untuk membuat mereka ‘percaya’ dan jatuh cinta, tentu ada triknya.
‘Ting’, terbesitlah ide untuk bekerjasama dengan PLN dan PDAM. Caranya dengan membuka konter pelayanan pembayaran listrik dan air. Meskipun komisi yang ia terima dari jasa tersebut relatif kecil, tapi dalam sekejap warung makannya jadi ramai. Mobil dan kendaraan berebut parkir di warung makannya. Karena antrinya menjadi panjang, mereka yang haus dan laparpun mencicipi juga menu warung makannya. Tidak berhenti sampai disitu, efek bola saljupun bergulir. Pengendara mobil yang melewati warung makannya, penasaran,”Wuih, jualan apa itu ya, koq laris manis gitu pengunjungnya? Pasti enak!”. Masuk juga jebakannya. Tidak harus ada menggunakan trik yang sama, sesaat setelah Anda membaca artikel ini. Masih banyak para pendatang semut atau pawang hujan yang lainnya. Kunci pertanyaannya,”Siapa yang mampu mendatangkan keramaian?”. Nah, ajak mereka kerjasama. Mereka mendatangkan semut, kita jualan lainnya!
Jual Voucher GAME Online MURAH
5 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar